Isi dan Signifikansi Praktis Formula Radbruch

formula radbruch dari Gustav Radbruch
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Butuh 
Translate?
Proofreading?

Istilah “formula Radbruch” umumnya mengacu pada artikel Gesetzliches Unrecht und übergesetzliches Recht (“Bukan-Hukum Undang-Undang dan Hukum di Atas Undang-Undang”)* Tahun 1946 oleh Gustav Radbruch. Dalam artikel ini, Radbruch menyatakan:

“Preferensi [dalam memecahkan konflik kepastian hukum dan keadilan, oleh Penulis] diberikan kepada hukum yang diundangkan sepatutnya dan dijamin oleh kekuatan negara sebagaimana adanya, bahkan ketika hal tersebut tidak adil dan gagal memberikan manfaat kepada rakyat, kecuali jika konflik dengan keadilan mencapai tingkat yang sangat tidak dapat ditoleransi sehingga anggaran dasar menjadi ‘hukum palsu’ [unrichtiges Recht] dan oleh karena itu harus menyerah pada keadilan.” (Diterjemahkan oleh Stanley L. Paulson)**

Pada kenyataannya, formula Radbruch terdiri dari dua formula. Selain formula pertama tersebut di atas – yang disebut sebagai Unerträglichkeitsthese (“tesis ketidaktoleranan”) – Radbruch telah mengembangkan diferensiasi lain, yang disebut sebagai Verleugnungsthese (“tesis penyangkalan”). Radbruch melanjutkan:

“Dimana tidak ada upaya untuk keadilan sama sekali, dimana kesamaan, inti dari keadilan, secara sengaja dikhianati dalam jaminan hukum positif, maka anggaran dasar tersebut bukan hanya merupakan ‘hukum palsu’ [unrichtiges Recht], tetapi juga sepenuhnya tidak memiliki sifat hukum itu sendiri.” (Diterjemahkan oleh St. L. Paulson)*** Kedua formula tersebut membuat asumsi penentu mengenai hukum yang berdasarkan anggaran dasar. “Tesis ketidaktoleranan” tersebut menghadapi masalah keabsahan hukum (Geltung des Rechts), yang membedakan hukum undang-undang, yang tidak adil tetapi sah, dari hukum anggaran dasar, yang telah kehilangan keabsahannya dalam hal ini. Sebaliknya, “tesis penyangkalan” berurusan dengan konsep hukum (Begriff des Rechts), yang memisahkan hukum dari bukan-hukum (scil. hukum anggaran dasar tidak memiliki sifat hukum itu sendiri). Walaupun terdapat perbedaan subjek, tetapi dalam hal acuan kedua formula tersebut terhadap keadilan, seseorang dapat menganggap “tesis penyangkalan” sebagai suatu perwujudan “tesis ketidaktoleranan

Tulisan berjudul “Isi dan Signifikansi Praktis Formula Radbruch” di atas merupakan salah satu portfolio penerjemahan yang dilakukan Dian Translation.

Bila kamu membutuhkan jasa penerjemahan jurnal atau karya ilmiah, silakan dapat menghubungi kami melalui email di info@diantranslation.com ataupun melalui WhatsApp di 085 228 001 002.

Tunggu,,,

Bingung cara hubungin kami?

Gampang! Kamu bisa hubungi kami dari berbagai saluran seperti telepon, email, ataupun langsung chat WhatsApp.

KLIK! UNTUK HUBUNGI KAMI VIA WHATSAPP