Penyebab Keterlambatan dan Kinerja Waktu dalam Proyek Konstruksi

Keterlambatan aktivitas dapat secara negatif mempengaruhi beberapa dimensi kinerja proyek konstruksi. Keterlambatan tersebut dapat memperlama jadwal, membengkakkan biaya proyek, serta membahayakan kualitas dan keselamatan. Keterlambatan merupakan salah satu persoalan umum yang mempengaruhi kompetisi antar perusahaan konstruksi (Orozco dkk. 2011) dan minat seluruh pihak terkait, termasuk pemilik, perancang, kontraktor umum, sub-kontraktor, pengguna, dan lain-lain (Faridi dan El-Sayegh 2006).

Tahapan pertama dalam mengidentifikasi persoalan yang ada pada proyek dan mengembangkan tindakan korektif adalah untuk menentukan penyebabnya (Chang 2002). Hal ini tidak hanya relevan untuk mengukur penyebab keterlambatan seperti itu guna mengurangi dampaknya. Analisa keterlambatan dalam bidang konstruksi utamanya telah difokuskan pada dampak kuantitatif pada kinerja waktu proyek tersebut, menyisakan ruang untuk menunjuk dimensi kualitatif keterlambatan dalam hal penyebabnya. Dalam hubungannya dengan, para penulis berpendapat bahwa pendekatan yang didasarkan pada penyebab kegagalan penjadwalan (yakni, untuk menganalisis penyebab keterlambatan) dapat membantu mendukung dimensi kualitatif untuk analisis keterlambatan.

KEGAGALAN PENJADWALAN

Kegagalan penjadwalan dapat dipahami sebagai persoalan yang mencegah perkembangan aktivitas normal sebagaimana telah direncanakan pada level operasional dan menyebabkan keterlambatan aktivitas. Menurut Alarcon dkk. (2005), gangguan lapangan, kurangnya buruh, keterlambatan sub-kontraktor, perubahan dan keterlambatan desain, dan kurangnya material menjadi beberapa diantara alasan yang menyebabkan persoalan tersebut. Alasan tersebut dapat berkaitan dengan anggota tim proyek yang berbeda seperti pemilik, perancang, kontraktor umum, sub-kontraktor, dan persediaan material. Meski demikian, kiranya diperlukan lebih banyak lagi penelitian tentang hubungan antara penyebab keterlambatan dan dampaknya dalam hal kinerja waktu. Artikel ini secara eksplisit menguji hubungan-hubungan tersebut dan berupaya untuk mengkaitkan dimensi kualitatif (penyebab keterlambatan) dan kuantitatif (kinerja waktu).

FAKTOR KETERLAMBATAN AKTIVITAS

Artikel ini mengemukakan dua faktor yang dapat menggambarkan dampak keterlambatan pada aktivitas kritis dan non kritis. Indikator pertama, alasan keterlambatan merupakan sebuah indikasi keterlambatan yang menunjukkan penyebab utama atau alasan untuk keterlambatan aktifitas yang telah direncanakan pada proyek yang menghasilkan kegagalan penjadwalan (Ballard 2000). Indikator yang kedua, indeks keterlambatan yang merupakan indikator kinerja waktu. Penulis berpendapat bahwa indikator tersebut mencakup dimensi kualitatif (RNC) dan kuantitatif (DI) keterlambatan, dan penulis menerapkan tiga indikator pada proyek studi kasus guna menganalisa hubungan antara kedua dimensi tersebut.

Bagian berikut ini menggambarkan tujuan penelitian dan metodologi yang dilaporkan dalam artikel ini, menunjukkan literatur yang relevan, membahas pendekatan yang digunakan untuk mengkaitkan penyebab keterlambatan dan dampak waktunya serta menganalisa dan membahas temuan utama dalam artikel ini.