Belajar Sejarah PKI Sembari Menerjemahkan


Akhir-akhir ini Partai Komunis Indonesia atau lebih populer dengan singkatan PKI kembali ramai diperbicangkan di kancah perpolitikan Indonesia. Beragam informasi yang kadang bingung apakah itu fakta ataukah hoax semata. Namun tetaplah perbincangan tentang PKI, sebuah partai dengan lambang Palu dan Arit, telah memenuhi ruang maya kita di internet.

Bukan hanya ranah perbincangan atau chit-chat semata. Namun memanasnya kembali suhu perpolitikan Indonesia dengan bumbu PKI menjadi semakin sedap juga untuk diteliti. Hal tersebut tidak luput dari beragamnya versi mengenai terjadinya Gerakan G-30-S PKI pada tahun 1965. Sebab itu pulalah muncul kembali beragam penelitian sejarah mengenai kebenarannya.

Belum lama ini, Dian Translation mendapatkan kesempatan untuk mempelajari salah satu versi gerakan pemberontakan itu. Sebuah pemberontakan PKI yang dalam filmnya terkenal dengan salah satu kutipan, “Darah itu merah, Jenderal.” Dalam sebuah jurnal yang akan diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris tersebut, peneliti mencoba menelaah nuansa kebatinan hari-hari terakhir surat kabar milik PKI. Menurut sejarah, surat kabar yang bernama Harian Rakjat tersebut merupakan surat kabar terbesar di eranya. Peneliti mencoba menelaah gaya bahasa yang dipakai oleh Harian Rakjat sebelum dan sesudah terjadinya G-30-S PKI.

Itulah salah satu keuntungan dari proses penerjemahan, belajar sejarah sembari menerjemahkan. Kita bisa diajak belajar mengenai apa yang menjadi bahasan. Dan pada kesempatan kali ini, saya belajar beberapa versi terjadinya Pemberontakan G-30-S PKI tersebut.

Leave a Comment

Tanya Admin
Tanya admin.
Dian Translation
Hai, Kakak.
Butuh jasa translate, proofreading, Turnitin, atau parafrase?
Chat di sini ya!